Daerah

Lurah Dalam Menangis: Akses Terputus, Rumah Terancam, Tetap Jaga Solidaritas

Agam, BDI – Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Ranah Minang telah menyebabkan tragedi kemanusiaan. Jorong Lurah Dalam, yang terletak di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, kini terisolasi akibat akses jalan utama yang terputus.

Pada Selasa malam, 25 November 2025, Lurah Dalam dilanda musibah. Air bah menghantam dan merusak sejumlah rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Warga, termasuk anak-anak, terpaksa mengungsi di tengah kegelapan dan ketidakpastian. Mereka mencari tempat perlindungan di masjid, rumah warga yang lebih aman, dan dataran tinggi. Harapan akan datangnya bantuan menjadi satu-satunya penyemangat di tengah situasi yang sulit.

Sekitar enam belas kepala keluarga telah dievakuasi dan ditampung di rumah-rumah warga terdekat serta tempat-tempat aman lainnya. Solidaritas dan kepedulian sesama menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana ini.

Datuk Naro, seorang tokoh masyarakat setempat, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas nilai-nilai solidaritas yang ditunjukkan oleh warga.

“Mereka rela berbagi tempat tinggal, makanan, dan memberikan semangat untuk meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah,” ujarnya dengan nada sedih dan prihatin.

Nyiak Naro mengharapkan simpati, empati, dan solidaritas dari para perantau yang berasal dari Lurah Dalam. Ia juga memohon kepada pihak-pihak terkait serta masyarakat umum untuk memberikan bantuan nyata dalam menanggulangi dampak bencana ini.

Fasilitas-fasilitas yang rusak, seperti jalan yang putus, harus segera diperbaiki. Rumah-rumah yang terancam harus dievakuasi secepatnya, dan bantuan logistik sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMAN 1 Tilatang Kamang Apresiasi Kunjungan LSM dan Wartawan

Nyiak Naro juga mengimbau semua pihak untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Jangan lengah, jangan abai, dan jangan ragu untuk saling mengingatkan. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegasnya dengan rasa khawatir yang mendalam.

Selain itu, Kecamatan Palupuh secara umum juga mengalami berbagai masalah, seperti pohon tumbang yang menghalangi jalan provinsi yang menghubungkan Pasaman dengan Bukittinggi, badan jalan yang amblas, dan longsor yang menutup Jalan Nasional Bukittinggi–Medan.

Dikabarkan oleh keluarga korban yang cemas di rantau ditengah terbatasnya segala akses, ada seorang ibu dalam hitungan hari akan melahirkan, sehingga memohon kepada pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka berat, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Sejumlah warga terus berjaga-jaga selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

(YamanLbs)