Momen Bahagia Terpaksa Ditunda Akibat Musibah yang Melanda
Agam, BDI – Momen bahagia pernikahan menjadi saat yang ditunggu banyak orang untuk dirayakan besama. Prosesi penyatuan dua anak manusia yang berbeda asal keluarga dalam satu ikatan yang sah secara hukum negara dan agama. Namun momen ini terpaksa ditunda oleh calon suami istri asal Palembayan dan Pasaman akibat musibah banjir dan longsor yang melanda beberapa waktu lalu.
Hal ini dialami oleh Wila (22) yang terdampak oleh banjir dan longsor yang melanda Palembayan. Wila yang beralamat di Sabarang Parik Jorong Ngungun Salareh Aia Palembayan Kabupaten Agam, menuturkan kepada tim BDI (2/12/2025) bahwa rencananya akan melangsungkan pernikahan pada 12 Desember dan resepsi 13 Desember 2025.
“Namun pada Kamis 27 November lalu terjadi bencana banjir dan longsor di kampung kami. Rencana pernikahan tersebut terpaksa kami tunda. Keluarga calon suami bisa memaklumi situasi yang terjadi disini” terang Wila.
Wila juga menjelaskan bahwa kedua belah pihak keluarga telah sepakat untuk menunda prosesi pernikahan mengingat situasi musibah.
“Tidak hanya karena musibah yang melanda Palembayan secara umum, Mamak (paman – red) bersama istri, anak dan cucunya juga hilang akibat terbawa arus banjir. Hingga sekarang beliau masih belum ditemukan” lanjut Wila.
Jadi kedua belah pihak telah sepakat menunda rencana pernikahan hingga keadaan kembali normal.
“Mudah-mudahan keadaan secepatnya kembali normal dan niat kami untuk menikah segera terlaksana” ucap Wila mengakhiri.
Sementara itu tante dari Wila yang tinggal di Bukittinggi kepada BDI juga menyebut sebenarnya beberapa persiapan sudah dibeli untuk acara pernikahan.
“Namun apa mau dikata, musibah banjir dan longsor serta mamak Wila yang akan mengurus pernikahan sudah tidak ada” ujar Net tante Wila. (Angah)




