Daerah

Kesaksian Korban Selamat, Air Datang Seperti Bunyi 3 Helikopter Datang Sekaligus

Palembayan, BDI – Bencana banjir dan longsor yang melanda 3 provinsi di Indonesia menimbulkan dampak sangat signifikan bagi kehidupan warga. Ada korban terdampak kehilangan nyawa, harta dan ada juga yang terdampak secara ekonomi karena efek luar biasa yang dihadapi warga.

Seperti yang dialami warga Palembayan Kabupaten Agam yang sebagian besar daerahnya terdampak parah dan akses warga keluar sempat terputus. Hal ini meninggalkan bekas sendiri dalam ingatan warga. Rasa kehilangan dan trauma harus dihadapi warga yang melihat saudara, harta benda yang hilang dan dampak ekonomi yang tidak sedikit jumlahnya.

Warga Jorong Ngungun Palembayan bernama Datuak Naro adalah salah seorang korban selamat dalam bencana banjir dan tanah longsor. Kejadian bencana yang terjadi pada Kamis 27 November lalu menurut kesaksiannya terjadi sangat menakutkan.

“Saya awalnya sedang melihat-lihat ikan larangan di sungai. Saya melihat ikan-ikan seolah pusing dan sebagian merapung ke permukaan. Waktu memegang-megang ikan, saya mendapat telfon dari saudara yang mengatakan apakah saya mendengar seperti helikopter datang 3 sekaligus. Setelah itu saya lihat kondisi arus air sungai semakin besar dan mulai mendekati tempat saya berpijak” ungkap Datuak Naro.

“Melihat hal tersebut dan bunyi suara bergemuruh yang sangat keras, saya lari kerumah. Ternyata saat itu sudah tidak ada siapa-siapa dari 14 rumah yang ada di sini. Yang lain sudah mengungsi. Rasanya hanya saya sendiri yang tertinggal dilokasi ini. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke titik yang rasanya aman. Dan alhamdulillah saya selamat” lanjutnya menuturkan.

Baca Juga  Jemput Aspirasi Masyarakat, Ismunandi Sofyan Temui Masyarakat di Durian Kapeh Darussalam

Lebih lanjut Datuak Naro mengatakan bahwa ketika kejadian, listrik dan jaringa telekomunikasi langsung padam.

“Saya hanya bisa melihat ke sungai yang bergejolak dari kejauhan. Dalam hati saya juga sudah pasrah terhadap apa yang akan terjadi. Haripun sudah mulai gelap. Suasana rasanya makin mencekam ditambah hujan yang turun” lanjutnya.

Datuak Naro mencoba menuju jalan keluar satu-satunya dari daerah rumahnya. Ternyata tepat di sudut lapangan bola ada longsor yang menutupi jalan, Datuak Naro tidak bisa keluar sama sekali.

“Suasana mencekam itu harus saya hadapi sampai pagi datang. Tanpa listrik dan tanpa sinyal telekomunikasi. Waktu pagi saya coba lihat ke dekat mushala yang sedang dibangun. Ternyata aliran air sudah berpindah sangat dekat sekali dengan pondasi mushala. Banyak kayu-kayu bahan bangunan untuk mushala yang akan kami gunakan hanyut terbawa air malam itu. Lahan pertanian jagung dan sawit serta sawah rusak parah tak berbentuk” tambahnya.

 

Sawah warga ada yang hanya tinggal 1 meter. Ada yang hilang total, lahan jagung dan sawit juga begitu. Bahkan didekat bangunan mushala sebelumnya adalah ladang jagung. Sekarang berganti menjadi jalur sungai.

“Beruntungnya kami yang bermukim di Sabarang Parik ini tidak ada korban jiwa. Namun berdampak secara ekonomi karena 3 hari jalan keluar Palembayan putus dan tidak ada sinyal serta listrik. Untuk mencari bahan makananpun tidak bisa. Warung dan toko sembako kehabisan barang dagangannya” ungkap Datuak Naro.

Baca Juga  29 Tahun Lubuk Basung Jadi Ibu Kota Agam, Bupati : Tingkatkan Persatuan Kesatuan Bangun Daerah

“Alhamdulillah sekarang jalan dari sini sudah mulai terbuka walaupun hanya bisa untuk 1 sepeda motor. Dan jalan keluar dari Palembayan juga terbuka serta bantuan sudah mulai berdatangan” tutup Datuak Naro.

Secara terpisah, Doni suami dari kemenakan Datuak Naro menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Tim perwakilan BDI dan GMU yang telah datang mengantarkan bantuan dari donatur.

“Kemaren warga yang tinggal di Sabarang Parik ini bisa dikatakan tidak mendapat bantuan. Saya sendiri tidak bisa kesini karena akses jalan putus dan saya tinggal bersama istri di Tilatang Kamang. Waktu bisa menelfon keluarga disini, saya mendapatkan kabar keluarga tidak bisa mendapatkan bantuan. Kalaupun dapat jumlahnya sedikit, dan harus berbagi dengan famili lain disini sebanyak 14 rumah. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para donatur yang telah mengirimkan bantuannya kepada Portal BDI dan GMU News dan diantarkan langsung kerumah saudara kami disini. Semoga diganti dengan yang lebih banyak oleh Allah s.w.t” ucap Doni. (Angah)