Daerah

Paripurna HJK ke-241, DPRD Ajak Introspeksi dan Perkuat Peran Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan

Bukittinggi, BDI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-241, bertempat di Balai Sidang Bung Hatta, Senin (22/12/2025).

Ketua DPRD Kota Bukittinggi

Ketua DPRD Kota Bukittinggi periode 2024–2029, H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh undangan yang hadir, termasuk para niniak mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kota Bukittinggi.

Ia menegaskan bahwa penetapan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan merupakan identitas dan pilihan sejarah yang lahir dari nilai adat, perjuangan, serta kebersamaan masyarakat. Menurutnya, momentum Hari Jadi ke-241 harus dijadikan ruang untuk melakukan koreksi, introspeksi, dan evaluasi atas perjalanan pembangunan yang telah dilalui, berlandaskan realita dan pengalaman bersama.

“Atas nama DPRD, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai prestasi dan penghargaan yang telah diraih. Capaian tersebut sejatinya adalah milik masyarakat Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Namun demikian, Ketua DPRD mengingatkan agar seluruh pihak tidak terlena dengan capaian yang ada. Tantangan ke depan masih besar, sehingga diperlukan penguatan usaha dan perdagangan agar mampu menembus pasar global, didukung manajemen yang profesional, sumber daya yang handal, permodalan yang tepat, serta inovasi yang terus dikembangkan demi mewujudkan Bukittinggi Gemilang yang nyata dan berkelanjutan.

Baca Juga  Dua Ormas Mitra Polri Berkomitmen Terus Bersinergi Dalam Menjaga Kamtibmas di Wilayah Hukum Polresta Bukittinggi

Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi

Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra I.B., A.Md., dalam penyampaian kronologis Hari Jadi Kota Bukittinggi menjelaskan perjalanan sejarah panjang kota ini hingga dikenal dan dijuluki sebagai Bukittinggi, yang tumbuh sebagai pusat perjuangan, pendidikan, dan pemerintahan di Sumatera Barat.

Ia menekankan bahwa nilai sejarah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun jati diri Bukittinggi sebagai kota berkarakter, beradat, dan berdaya saing, yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Tokoh Adat Kota Bukittinggi

Tokoh adat Kota Bukittinggi, Inyiak RDS Datuak Rajo Endah, menegaskan pentingnya menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan. Menurutnya, adat dan sejarah harus berjalan seiring dengan pembangunan agar kemajuan yang dicapai tetap berpijak pada jati diri dan kearifan lokal.

Perwakilan Gubernur Sumatera Barat

Perwakilan Gubernur Sumatera Barat, Medi Iswandi, Asisten III Setda Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan bahwa Bukittinggi bukan hanya berperan sebagai kota tujuan wisata dan penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi simbol penting dalam mendukung pembangunan daerah secara keseluruhan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan Bukittinggi sebagai kota kesehatan, melalui penguatan layanan kesehatan, peningkatan kualitas lalu lintas dan pelayanan publik, serta penataan kota yang lebih tertib dan terintegrasi.

Baca Juga  Penguatan Pilar-Pilar Sosial Kota Bukittinggi sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Sosial

Wali Kota Bukittinggi

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam sepuluh bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Pemerintah Kota Bukittinggi terus berupaya menjalankan pembangunan sesuai perencanaan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi keuangan.

Efisiensi tersebut, menurutnya, tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan. Berbagai program prioritas tetap dijalankan, termasuk penanganan bencana, renovasi taman-taman kota, perbaikan infrastruktur jalan, penataan dan pengelolaan pasar, penyelesaian status tanah kawasan Fort de Kock, peningkatan sektor pendidikan, penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat, serta penguatan kerja sama dengan sektor perbankan guna mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Bukittinggi. (Toepan)