Daerah

Gayung Bersambut, Bupati Setuju Menjadikan Pengaspalan Jalan Arkato Menjadi Prioritas

Lubuk Basung, BDI – Pembukaan Ringroad Lubuk Basung telah selesai dilakukan lebih dari setahun lalu. Seluruh biaya pembukaan dibiayai oleh perantau asal Lubuk Basung H. Muhammad Kasmir dengan total biaya sekitar 6 miliar Rupiah.

Melalui kegiatan peresmian stadion Haji Muhammad Kasmir di Parik Panjang Lubuk Basung, Kasmir menyampaikan langsung kepada Bupati Agam permintaan untuk melakukan pengaspalan jalan Arkato yang merupakan bagian dari ringroad Lubuk Basung, dimana jalan ini melalui stadion yang dibangunnya (Sabtu, 20/06/2026).

“Disebelah lapangan bola ini akan saya bangun lapangan tenis dan disebelahnya lagi akan saya bangun kolam renang serta water boom. Diseberang Banda Talang saya juga akan membangun lapangan golf agar gairah olahraga di Lubuk Basung semakin meningkat. Untuk itu saya memohon kepada bapak Bupati Agam agar bisa segera mengaspal jalan yang telah kami buka ini. Panjangnya sekitar 700 meter” ucap M. Kasmir.

“Nantinya semua lapangan ini akan dimanfaatkan oleh warga Lubuk Basung untuk berolahraga dan melakukan kegiatan positif lainnya” sambungnya.

Bupati Agam Benni Warlis menyambut antusias pernyataan Muhammad Kasmir. Seperti gayung bersambut, Bupati menyetujui permintaan dari Muhammad Kasmir.

“Lubuk Basung ini harus kita jadikan daerah kunjungan. Jadi kita harus mengadakan event-event agar pengunjung mau datang ke Lubuk Basung. Seperti dilapangan ini kita bisa mengadakan berbagai kegiatan. Tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas PU untuk menjadikan prioritas pengaspalan jalan sepanjang 700 meter ini” ujar Bupati Agam.

Baca Juga  Rayakan Bhakti Adhyaksa ke 62, Kejaksaan Ungkap Capaian dan Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah

“Kita berharap kedepan dengan adanya fasilitas yang dibangun bapak Kasmir, geliat ekonomi warga juga bisa meningkat dengan banyaknya kunjungan-kunjungan. Kami dari pemerintah kabupaten Agam sangat mengapresiasi loyalitas dari pengusaha asal Lubuk Basung yang sangat rajin bantu kampung halamannya” sambung Bupati.

“Seperti kata pepatah “Karatau madang diulu, babuah babungo balun, karantau bujang dahulu, dirumah baguno balun”. Apa yang dilakukan oleh bapak Kasmir merupakan contoh perantau yang sukses dan terus mengabdikan diri untuk kampung halamannya” tutup Benni Warlis. (Angah)