Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi Melayat Hingga Dini Hari, Tokoh Srikandi Ermawasni Berpulang
Ampek Angkek, BDI— Suasana berkabung menyelimuti kediaman keluarga besar almarhumah Ermawasni (60 tahun) di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Sosok yang dikenal luas sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Bukittinggi telah berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan kesan mendalam bukan hanya karena kiprahnya di organisasi, melainkan karena dedikasinya yang tak pernah putus dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan — terutama dalam membantu dan memfasilitasi bantuan di saat bencana melanda.
Kabar kepergian beliau berderap cepat, dan pelayat terus berdatangan tanpa henti. Di antara mereka, Zulhamdi Nova Candra I.B., A.Md. — Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi hadir secara langsung dan tak segera beranjak, bahkan menetap hingga dini hari untuk menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga besar almarhumah. Kehadiran beliau menjadi bukti nyata betapa tingginya penghargaan terhadap pengabdian dan kebaikan yang telah ditorehkan almarhumah selama ini.
“Saya mewakili seluruh jajaran DPRD Kota Bukittinggi dan pribadi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Ermawasni. Kepergian beliau bukan hanya kehilangan bagi keluarga tercinta, melainkan kehilangan besar bagi kita semua — khususnya bagi pergerakan perempuan, organisasi, dan masyarakat Bukittinggi maupun Agam,” ujar Zulhamdi Nova Candra I.B. dengan nada penuh kesedihan dan haru.

Beliau menegaskan, almarhumah adalah sosok yang luar biasa, terutama dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Bahkan di masa-masa akhir hidupnya, beliau tetap aktif turun ke lapangan, membantu dan memfasilitasi bantuan bagi korban bencana tanpa kenal lelah.
“Beliau tak pernah berpamrih. Di masa bencana-bencana yang belakangan ini terjadi, beliau justru semakin giat — membantu warga, mengumpulkan bantuan, memfasilitasi penyaluran sembako dan kebutuhan mendesak kepada yang membutuhkan. Tangan beliau tak pernah berhenti memberi, hatinya tak pernah dingin terhadap penderitaan orang lain. Itulah wajah kemanusiaan yang sesungguhnya.”
Mengingat usia 70 tahun yang beliau tempuh dengan penuh pengabdian, Zulhamdi berharap keluarga diberikan ketabahan.
“Kini Allah SWT memanggil pulang hamba-Nya yang taat dan berbakti. Tak ada yang bisa kita lakukan selain berserah diri kepada ketentuan Ilahi dengan hati yang lapang. Semoga beliau diterima di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman.”

Kepada keluarga besar almarhumah, beliau berpesan:
“Kepada seluruh keluarga besar di Panampuang — Ampek Angkek, saya turut merasakan kehilangan ini. Tetaplah tabah dan tegar. Semoga kenangan akan kebaikan beliau, semangat sosialnya, dan ketulusan hatinya menjadi kekuatan bagi kita semua untuk melanjutkan jejak pengabdian yang beliau tinggalkan.”
Suasana dini hari di kediaman almarhumah semakin terasa sarat makna dengan hadirnya Ketua KONI Kota Bukittinggi beserta jajaran, serta rekan-rekan seperjuangan Pemuda Pancasila dari Agam maupun Bukittinggi. Kehadiran mereka menunjukkan betapa luasnya jalinan persaudaraan yang dibangun almarhumah selama ini — menjembatani organisasi, kota, dan kabupaten dalam satu ikatan persaudaraan yang tulus.
Asril, Wakil Ketua Pemuda Pancasila, beserta tokoh-tokoh dan pentolan seperti Hidayatullah, Jhon Kayo, Ot, Mak Itam, Renaldi, serta jajaran lainnya menyampaikan hal senada. Mereka mengenang almarhumah bukan hanya sebagai pemimpin Srikandi, melainkan sebagai ibu yang selalu mendampingi, mengingatkan, dan menggerakkan seluruh elemen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
“Beliau selalu bilang — Pemuda Pancasila harus ada di mana ada kesulitan. Saat bencana, saat warga kesusahan, di situlah kita harus berdiri. Dan beliau sendiri selalu menjadi yang terdepan,” ujar salah satu rekan seperjuangan dengan mata berkaca-kaca.
Almarhumah Ermawasni dikenal luas sebagai tokoh perempuan yang berdedikasi tinggi. Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Bukittinggi, beliau konsisten menggerakkan berbagai kegiatan: pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, bantuan sosial bagi kaum dhuafa, dan memperkuat persaudaraan antarwarga. Dalam penanganan bencana, nama beliau selalu tercatat sebagai salah satu yang paling aktif — baik dalam mengumpulkan donasi maupun langsung menyalurkannya ke lokasi. Kehangatan dan keramahannya membuat beliau dicintai dan dirindukan oleh banyak orang, baik di Bukittinggi maupun di kampung halamannya di Kabupaten Agam.
Di akhir kunjungan yang berlangsung hingga dini hari itu, Zulhamdi Nova Candra I.B. bersama Ketua KONI, jajaran Pemuda Pancasila, dan seluruh yang hadir memanjatkan doa untuk almarhumah:
“Bismillahirrahmanirrahim… Ya Allah, ampunilah Ibu Ermawasni, berilah beliau tempat yang terindah di sisi-Mu, pertemukanlah beliau dengan para nabi, para syuhada, dan orang-orang yang sholeh. Terimalah segala amal sosial dan kemanusiaan yang beliau lakukan sebagai amal jariyah yang tak pernah putus pahalanya. Berilah keluarga yang ditinggalkan kesabaran dan ketabahan. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Berita duka ini disampaikan dari kediaman keluarga almarhumah, Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Semoga almarhumah beristirahat dengan tenang, dan semoga semangat kebaikannya terus hidup di hati kita semua.
(YamanLbs)




