Daerah

Belum Hitungan Jam Warga Goro Sampah, Orang Tak Dikenal Buang Sampah Di Sungai Batang Agam

Tilatang Kamang, BDI – Heboh, Warga Nagari Koto Tangah dikejutkan orang tak dikenal membuang sampah di sungai batang Agam, seakan tanpa salah sama sekali, usai warga jorong Ngungun melaksanakan gotong royong hingga daerah irigasi Parak laweh, batang agam membersihkan sampah plastik, botol, kayu, material logam, dan benda berbahaya lainnya pada minggu, (2 Nopember 2025)

Meskipun warga jorong Ngungun mendapatkan berbagai rasa hormat dan apresiasi serta simpatik dalam melaksanakan nilai kearifan lokal dengan membersihkan tumpukan sampah sepanjang hampir satu kilo meter,

Namun hal itu dinodai oleh ulah perbuatan Oknum yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuang sampah dalam bungkusan dan balutan plastik membuat hoboh dan sumpah serapah serta berkata kotor.

Kecaman keras dari masyarakat setempat yang sudah berupaya untuk menjaga kebersihan telah dicederai oleh tindakan tidak beradab tersebut.

Aksi membuang sampah secara liar oleh orang tak dikenal ini bukan hanya menunjukkan ketidakpedulian, tapi juga merusak hasil jerih payah bersama warga yang selama ini menjaga kebersihan lingkungan.

“Mereka yang berbuat demikian jelas tidak menghargai perjuangan gotong royong yang telah dilakukan secara rutin untuk menciptakan lingkungan sehat dan nyaman” ucap seorang warga dengan nada kesal

Sambung yang lainnya, Dampak yang ditimbulkan sangat merugikan, terutama pada sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

Baca Juga  Satreskrim Polres Agam Komitmen Bentuk Tim Khusus, Ungkap Beragam Kasus Kriminal

“Sampah yang berserakan selain mencemari aliran irigasi juga lahan pertanian termasuk aktivitas ekonomi masyarakat secara luas” ujarnya dengan nada kesal.

Sejumlah pendapat yang mereka sampaikan antara lain ; Bukannya mendapat manfaat, warga justru dirugikan akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah oknum tak bertanggung jawab.

Arahan dan peringatan selama ini ternyata tidak memberikan efek jera kepada pelaku pembuang sampah sembarangan.

Masyarakat menilai bahwa tanpa penindakan tegas, peringatan hanyalah sia-sia.

Mereka menuntut agar pihak berwenang segera mengambil tindakan hukum yang nyata agar pelaku sadar dan kejadian serupa tidak berulang.

Harapan besar warga kini tertuju pada pemerintah setempat agar menunjukkan perhatian dan keseriusan dalam menangani masalah ini.

Jangan hanya duduk di balik meja, tetapi harus turun langsung dan memberikan solusi yang efektif.

Penegakan aturan dan pengawasan yang ketat menjadi kunci utama untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Tokoh masyarakat menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar kewajiban, melainkan rasa tanggung jawab moral seluruh warga.

Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang berani mengotori lingkungan secara sengaja.

Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk memutus mata rantai pencemaran ini demi masa depan lingkungan yang lebih. (yamanLbs)