Daerah

Didukung Penuh Alumni, Kepsek SMK N 1 Kaget Pendaftar Membludak

Bukittinggi, BDI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK gelombang pertama baru saja selesai dilaksanakan. Peminat SMK N 1 Bukittinggi jumlahnya membludak terutama Konsentrasi Keahlian Alat Berat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SMK N 1 Bukittinggi Gustian Budiarto, M.Pd kepada BDI (1/7/2024).

SMK N 1 Bukittinggi yang merupakan sekolah kejuruan bidang teknik memang sejak dahulu sering menjadi favorit bagi tamatan SLTP untuk meneruskan pendidikannya di tingkat SLTA. Apalagi peluang bekerja dan mandiri setelah tamat sekolah lebih besar ketika tamat Sekolah Kejuruan.

Menurut Gustian peminat atau pendaftar ke SMK N 1 Bukittinggi tahun ini jumlahnya membludak. Terutama untuk Konsentrasi Keahlian Alat Berat yang termasuk jurusan baru di SMK N 1 Bukittinggi.

“Pada PPDB gelombang pertama kami sudah mendapatkan data berapa jumlah peminat untuk berbagai jurusan yang ada. Dan khusus untuk jurusan alat berat, kami menerima peserta didik baru hanya untuk 1 lokal yang jumlahnya 36 orang. Namun kami kaget jumlah pendaftar untuk jurusan tersebut sebanyak 334 orang. Ini sungguh luar biasa. Hal ini mungkin karena peluang usaha di bidang alat berat itu sangat banyak sekali dan jarang alumni jurusan alat berat yang kami dengar menganggur” jelas Gustian Budiarto.

smk n 1 bukittinggi

“Untuk total pendaftar di SMK N 1 Bukittinggi pada PPDB Gelombang pertama ini sudah terdaftar sebanyak 2.226 orang. Jumlah ini jauh lebih banyak dari daya tampung yang ada di sekolah kami” lanjutnya.

Baca Juga  SMK N 1 Bukittinggi Gandeng Polresta Bukittinggi Untuk Penyuluhan Kenakalan Remaja dan Tertib Lalu Lintas

“Saya pribadi baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah disini. Namun setelah saya coba cari informasi dari para guru dan lainnya, ternyata alumni sangat mensupport kemajuan pendidikan di SMK N 1 Bukittinggi” sambungnya.

“Alumni yang telah bekerja di berbagai bidang profesi, hingga hari ini masih terus mensupport berbagai hal disekolah kami. Termasuk juga angkatan-angkatan yang bisa dikatakan sudah berusia lanjut. Usia boleh lanjut, tapi semangatnya masih tetap anak STM. Ini tentu sangat membantu perkembangan dunia pendidikan kita” tegas Gustian.

smk n 1 bukittinggi

“Kalau kita lihat di SMK N 1 Bukittinggi, banyak sekali yang sudah dibantu oleh alumni. Misalnya saja yang sangat jelas terlihat yaitu pembangunan Mushalla Ahmad Karim yang sekarang kabarnya sudah menelan biaya sekitar 6 miliar rupiah. Itu semua diberikan oleh alumni, mulai dari panitia pembangunan sampai pembangunan dan pendanaannya. Semua total dilakukan oleh alumni. Bisa dikatakan pembangunan baru mushalla Ahmad Karim di SMK N 1 Bukittingi itu adalah hasil gotong royong alumni” tambahnya.

“Adalagi alat berat yang harga alat barunya saja satu unit itu sekitar 1 miliar. Itu disumbangkan oleh 1 orang yaitu bapak Muhammad Kasmir yang sekarang menjadi pengusaha besar di rantau. Tidak hanya dari alat saja, oli untuk alat beratpun diberikan beliau. Berkat alat berat yang diberikan tersebut kami bisa langsung buka konsentrasi keahlian alat berat. Dan bisa dikatakan, hanya SMK N 1 Bukittinggi lah yang memiliki alat berat sendiri tanpa membebankan keuangan sekolah ataupun keuangan daerah” sambung Gustian lagi.

Baca Juga  Babak Final MTQ Nasional XLI Sumbar di Masjid Mukhlisin Manggis Penuh Antusiasme Remaja

m kasmir arkato

“Ada banyak sekali profesi dari alumni SMK N 1 Bukittinggi, dan semua alumni mensupport sekolah secara luar biasa. Ada yang membantu memberikan barang, membantu penyerapan tenaga kerja dari alumni dibawahnya, membantu dari segi dana, membantu pemberitaan karena ada yang berprofesi sebagai jurnalis, bahkan membantu pembekalan bagi peserta didik dan guru terkait hal-hal yang dibutuhkan di dunia usaha” timpalnya.

seminar motivasi

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada semua alumni dimanapun berada. Dan kami berharap serta berdo’a semoga semua alumni bisa semakin sukses dan tidak luntur kecintaannya kepada almamaternya di Bukittinggi. Dan juga semoga apa yang telah dilakukan bisa menjadi amal ibadah dan bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat” tutup Gustian Budiarto. (Angah)