HIZRALIAS, SH.: KEGIATAN PBMS HIMPUN RANTAU DAN RANAH BANGUN NAGARI MAGEK
Kamang Magek, BDI – “Kita merayakan kesukuran kepada Maha Kuasa dan membangun hubungan erat antara mereka yang bekerja jauh dan yang merawat kampung halaman” – Hizralias, SH., Wali Nagari Magek
NAGARI MAGEK TERHINDAR BENCANA, HAJATAN TIGA TAHUNAN KUMPULKAN SEMUA WARGA
Hizralias, SH., Wali Nagari Magek Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, menjelaskan tujuan kegiatan Pulang Basamo Magek Saondoh (PBMS) yang digelar setiap tiga tahun. Wawancara dilakukan setelah pembukaan acara pada Senin (23 Maret 2026).
“PBMS bukan hanya acara biasa, melainkan kesepakatan bersama semua anak Magek – baik yang tinggal di kampung maupun yang bekerja di rantau,” katanya.
Di akhir tahun 2025, sebagian besar Sumatera Barat terkena bencana, namun Nagari Magek aman. Dari rasa syukur itu, dibuat tagline dan tema kegiatan: “Satu hati bangun nagari, peduli dan berbagi”.
HASIL KEGIATAN CAPAI Rp 227 JUTA, SETIAP RUPIAH BUKTI KEPEDULIAN
Total hasil yang terkumpul dari kegiatan PBMS adalah Rp 227.522.222. Angka ini menunjukkan kepedulian semua warga Magek, baik di kampung maupun di rantau.
“Hampir separuhnya atau sekitar 100 juta rupiah langsung diberikan kepada masyarakat Nagari Magek,” jelas Wali Nagari dengan bangga.
Menurutnya, uang yang terkumpul berasal dari kerja keras perantau yang tidak lupa kampung halaman, serta doa dari warga yang tinggal di kampung.
35 KELUARGA MISKIN DAPAT BANTUAN, 50 JUTA UNTUK KEGIATAN BERSAMA
Hasil kegiatan PBMS dinikmati semua lapisan masyarakat. Sebanyak 35 Keluarga Kurang Mampu (KK) mendapatkan bantuan uang tunai langsung. Ini menunjukkan bahwa rasa syukur harus dibagikan, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
“Kita juga gunakan sekitar 50 juta rupiah untuk kegiatan yang mempererat hubungan antar warga,” ucapnya.
Di antaranya adalah biaya makan Bajamba sekitar 16 juta rupiah dan acara Mandeh Bada sekitar 10 juta rupiah, di mana ribuan warga berkumpul seperti keluarga besar.
80% WARGA DI RANTAU, JARAK TIDAK MEMISAHKAN CINTA KEPADA KAMPUNG
Menurut data yang disampaikan Wali Nagari, hampir 80% warga Nagari Magek tinggal di rantau – tersebar di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.
Namun jarak tidak membuat hubungan renggang, melainkan malah memperkuat tali silaturahmi. “Kita perlu mempererat hubungan antara warga di rantau dan yang tinggal di kampung,” tegasnya.
Hizralias berharap kegiatan PBMS tidak hanya jadi momen berkumpul, melainkan dasar yang kuat untuk membangun nagari – tempat setiap orang merasa punya peran dalam membangun masa depan bersama.
“SILATURAHMI KUAT, MASA DEPAN NAGARI LEBIH CERAH”
Menutup wawancara, Hizralias menyampaikan harapannya kepada semua warga Nagari Magek:
“Semoga kegiatan PBMS terus berjalan sebagai bentuk cinta kita terhadap Nagari Magek. Bersama kita akan ciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera bagi semua orang.”
Acara ini bukan akhir dari perayaan, melainkan awal dari kerja sama baru untuk membangun Nagari Magek yang lebih baik, bersama-sama. (YamanLbs)




