Khatam Al- Quran TPQ Al- Wustha Parak Laweh : 12 Santri Diwisuda, Gelorakan Generasi Qur’ani
Tilatang Kamang, BDI – TPQ Al-Wustha Jorong Parak Laweh menggelar acara Khatam Al-Quran yang meriah dan khidmat, menandai keberhasilan 12 santri (10 putra dan 2 putri) dalam menamatkan pembacaan Al-Quran secara keseluruhan. Acara ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat generasi Qur’ani.
Dengan mengusung tema “Dengan Khatam Qur’an Kita Ciptakan Generasi Qur’ani yang Berakhlakul Karimah,” acara ini menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekadar membaca.
Ketua panitia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para santri dan tidak lupa menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak.

T. Datuk Majo Lelo, salah seorang tokoh yang hadir sebagai undangan menyampaikan bahwa momen Khatam Al-Quran ini harus dijadikan spirit bagi anak-anak untuk terus belajar tentang Al-Quran.
“Ini adalah spirit bagi orang tua untuk terus mendorong dan mendukung anak-anak mereka agar giat mempelajari Al-Quran, sehingga mereka tidak hanya berhenti setelah khatam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Datuk Majo Lelo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan generasi Qur’ani di daerah dan kampung halaman. “Terkhusus ketika kita menyimak bacaan tadi, ini adalah momentum untuk kita semua,” tambahnya.

Umar bin Khattab, juri dari kegiatan turut memberikan semangat dan motifasi kepada peserta dalam penguatan tahsin sekaligus memaknai alquran dalam kehidupan dan hal tersebut disetujui Datuk Majo Lelo.
Acara Khatam Al-Quran ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, orang tua santri, dan undangan lainnya termasuk penjaja makanan dan minuman.
Berbagai penampilan dari para santri turut memeriahkan acara,seperti pawai alegoris agama dan adat mengitari 7 jorong diakhiri lomba baca alquran.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan TPQ Al-Wustha Jorong Parak Laweh terus berkontribusi dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan menjadi kebanggaan masyarakat.
Sejumlah penjaja makanan dan minuman turut diajak serta oleh masyarakat Parak Laweh tanpa kecuali menikmati hidangan sebagai bentuk persaudaraan dan kebersamaan, dan mereka menaruh rasa syukur dan terimakasih. (Yaman)




