Momen Bahagia Pasca Galodo Salareh Aia Palembayan
Palembayan, BDI – Momen bahagia merajut kasih antar dua insan di Palembayan yang awalnya akan dilangsungkan 12 Desember 2025 dan sempat ditunda, akhirnya bisa diwujudkan pada 7 Februari 2026 melalui proses akad nikah yang berlangsung khidmat.
Pasangan Wila dan Rahmat akhirnya bisa sah menjadi suami istri setelah terpaksa menunda pernikahannya akibat galodo yang meluluh lantakkan Sumatera Barat khususnya Salareh Aia Palembayan pada 27 November 2025 lalu.
Akad nikah dilangsungkan di Kampuang Parik Jorong Ngungun Salareh Aia pada 7 Februari 2026 dan pesta pernikahan pada 8 Februari. Setelah akad nikah, malam harinya diadakan pertunjukkan seni tradisional Minangkabau berupa Randai dan Tari Piriang yang dimulai sejak selesai Shalat Isya.

Datuak Naro sebagai pimpinan kaum di Kampuang Parik menjelaskan bahwa akad nikah dilangsungkan pada 7 Februari ini adalah kesepakatan kedua belah pihak.
“Kami sangat bersyukur telah berlangsung akad nikah kemenakan kami Wila pada hari Jum’at ini” ucap Datuak Naro.
“Awalnya ada rencana dari pasangan pada pesta pernikahannya akan diadakan orgen sebagai hiburan untuk tamu-tamu yang datang. Namun setelah bencana terjadi, para Niniak Mamak sepakat melarang untuk mengadakan hiburan orgen tunggal mengingat situasi yang belum 100% pulih. Akhirnya sebagai hiburan diizinkan untuk mengadakan pertunjukkan seni tradisional Minangkabau” lanjutnya.

“Pertunjukkan seni Randai dan Tari Piring ini kami menggunakan sanggar randai Minang Saiyo asli dari Palembayan dan para pemainnya merupakan anak-anak sekolah seputaran Palembayan. Seni tradisi kita kedepankan lagi” tambah Datuak Naro.
Tim BDI yang berkesempatan datang langsung ke lokasi acara menyaksikan pertunjukkan randai dan tari piring dimulai sehabis shalat Isya sambil menunggu marapulai datang. Dan diwaktu kedatangan marapulai, rombongan disambut dengan tambua dan tansa mengiringi kedatangan.

Acara berlangsung cukup meriah dan dikunjungi oleh warga sekitar dan para tamu undangan dari berbagai daerah. (Angah)



