Daerah

Brigjen Pol Edmon Ilyas Meninggal Dunia, Istri Lanjutkan Kecintaan Suami pada Almamaternya

Bukittinggi, BDI – Brigadir Jendral Polisi Edmon Ilyas meninggal pada 6 Januari tahun 2022 silam, meninggalkan istri yang selalu melanjutkan cintanya kepada alamaternya STM/SMK Negeri 1 Bukittinggi. Hal ini terbukti sampai pada kegiatan Peresmian Masjid Ahmad Karim 14 Agustus 2026 lalu, Uni Wida Ningrum (istri Edmon Ilyas) terlihat datang langsung ke SMK N 1 Bukittinggi.

Berbeda dari alumni lainnya baik di SMK N 1 ataupun sekolah lainnya, istri Edmon sering datang ke acara alumni walaupun sang suami telah 4 tahun berpulang. Ini menunjukkan sambungan silaturahmi tetap terjalin dan dilanjutkan oleh istri yang bukan alumni di sekolah yang sama.

Zetrialdi Ghoecie ketua DPP Iluni STM/SMK N 1 Bukittinggi mengatakan salah satu pencetus pembangunan Masjid Ahmad Karim adalah Edmon Ilyas, sementara Zetrialdi hanya melanjutkan dan mengawal gagasan beliau hingga bisa terwujud menjadi sebuah Masjid yang megah.

“Loyalitas uda Edmon kepada sekolah sangat luar biasa sekali. Sejak dari pembangunan Rumah Gadang Alumni hingga gagasan yang paling luar biasa itu membangun Masjid Ahmad Karim. Alhamdulillah cita-cita beliau sekarang sudah terwujud. Dan istri beliau Uni Wida langsung datang jauh-jauh dari Jakarta untuk menghadiri acara peresmian Masjid” ucap Zetrialdi.

“Selama proses pembangunan Masjid, Uni Wida sering mengirimkan infak, sadaqah dan waqaf untuk bantu pembangunan Masjid Ahmad Karim. Tidak hanya di Bukittinggi, dalam kegiatan alumni di daerah lain, terkhusus Jakarta dan sekitarnya, Uni Wida selalu hadir untuk kegiatan alumni” tambahnya.

Baca Juga  Siap Beroperasi, Tazkia Tours Bukittinggi Dirikan Booth di Acara Reuni SMA 1
Foto Peresmian Rumah Gadang Alumni

Sementara itu Herman Sofyan mantan Ketua DPD Sumbar Iluni menambahkan Didikan Edmon Ilyas kepada keluarganya sangat luar biasa.

“Tidak hanya Edmon yang rajin ikut acara alumni sewaktu masih hidup, istrinya juga sering ikut. Bahkan setelah Edmon meninggal dunia, istri Edmon akan marah jika tidak diberitahu kalau ada acara alumni dimanapun. Tali silaturahmi itu terus disambung oleh istri dan anaknya. Tidak pernah terputus walaupun Edmon Ilyas meninggal dunia” ujar Herman Sofyan.

Lebih lanjut Shadiq C Abdillah (rekan Edmon Ilyas) menyampaikan bahwa keinginan Edmon agar Masjid segera berdiri itu sangat kuat sekali. Setelah meninggal, istrinya tetap membantu pembangunan.

Edmon Ilyas waktu masih aktif di Polri

“Sebelum meninggal, Edmon dalam keadaan sakit ditambah lagi terjadi pandemi Covid-19, Edmon masih sering menanyakan bagaimana perekembangan pembangunan Masjid. Beliau ingin sekali pulang diwaktu itu untuk melihat langsung perkembangan pembangunan. Namun pandemi menghalangi dan kami tidak bisa pulang. Sampai pada dua hari sebelum menghembuskan nafas terakhir, Edmon masih sempat menghubungi saya dan mengatakan “kita akan pulang” ucap Shadiq terharu.

Lebih lanjut Zetrialdi menambahkan semoga gagasan mulia dari Edmon Ilyas bisa melapangkan alam kuburnya, dan mengampuni semua dosanya serta menjadi amal jariyah. (Angah)