Daerah

Dialog Kebangsaan dan Sarasehan Pemuda Seri 2 “Mengaktualisasikan Spirit Sumpah Pemuda di Era Digital”

Bukittinggi, BDI – Dialog Kebangsaan dan Sarasehan Pemuda Seri 2 “Mengaktualisasikan Spirit Sumpah Pemuda di Era Digital” berlangsung di Lt. 2 Warung DKI Museum Tridaya Eka Dharma Sabtu (26/10/2025) siang digagas Wakil Menteri investasi Republik indonesia Yuliot Tanjung sekaligus Pendiri Rumah Bela Negara (RBN) menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang seperti; Wartawan Senior Hasril Chaniago, Aktivis Perempuan / Peneliti DR. Edriana, Aktivis M. Arif, Penulis Fatris MF, Creative Media Ahmad Hafizd dan Akademisi ilmu Komunikasi UNP AB Sarca Putra serta kehadiran Staf Ahli Pemko Bukittinggi Drs. Melfi Abra,M.Si, Danramil 01 Bukittinggi Mayor inf Karyanto.

Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 yang kali ini genap menginjak usia ke 97 dengan kedepankan Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” bukan sekadar slogan seremonial, melainkan refleksi nyata dari tekad generasi muda untuk menjaga keutuhan Indonesia ditengah perbedaan hegemoni yang semakin kompleks sesuai menjadi tema nasional.

Dan hal ini bagi generasi millenial saat ini ditengah disrupsi media tidak terjebak pada perkembangan teknologi yang membuat informasi beredar cepat memanfaatkan AI bukan artian Artificial inteligent namun lebih kepada saat ini Akal imitasi dan itu harus diminimalisir menjadi harapan dan secercah harapan.

“Saya pikir bisa hindari penghakiman antar generasi dan saya lebih mengerucutnya dari pernyataan media selama ini menyampaikan pesan dari 1908 hingga saat ini membingungkan lewat medium apa,”ujar Sarca.

Baca Juga  Magek Saondoh Pulang Bersama : Kegiatan Sukses Digelar, Silaturahmi dan Kolaborasi Jadi Inti

Kita akrab dengan media digital namun seringkali salah kaprah memanfaatkan dan generasi Z bingung ketika berbicara algoritma media.

Creative Media Ahmad Hafizd bahwa dasarnya bisa Mengukur kecintaan kita pada Indonesia bahwa harus optimis melihat pertumbuhan dialektika dan kebanggaan keminangkabauan dalam bingkai kebangsaan.

Juga Aktivis Perempuan Edriana melihat jika bila berbicara kebangsaan justri dalam forum ini saya bersyukur masih memikirkan perempuan.

Bagi adik adik saat ini jangan melupakan sejarah karna didalamnya ada spirit dan saat ini jika kita menelisik informasi apa bisa diharapkan.

Untuk itu Anak muda harus mempertahankan persatuan dan kesatuan.

Semangat Sumpah Pemuda kini menuntut kecerdasan baru: menjaga persatuan didunia nyata sekaligus kewaspadaan di dunia maya.

masyarakat menjadi kunci terjaganya kondisi kondusif di tengah dinamika sosial, tantangan global, dan derasnya arus informasi digital.

Momentum nasional ini menjadi simbol kokohnya persatuan bangsa sekaligus pengingat bahwa kedewasaan demokrasi tidak hanya diukur dari kebebasan berpendapat, tetapi juga dari kemampuan kolektif menjaga harmoni dan mencegah provokasi.

Karakter masyarakat Sumatra Barat adalah pejuang, berjuang sesuai kemampuan dan kondisi wilayah masing-masing, serta berkontribusi dalam perjuangan bangsa. (Toepan)