Masih Ada Ijazah Tidak Diambil Alumni, Gustian: Sudah Sejak 2025 Kami Himbau, Tetapi Alumni Tidak Datang
Bukittinggi, BDI – Permasalahan ijazah sekolah yang sempat viral setelah temuan Ombudsman Sumatera Barat pada November 2025 lalu terus diusahakan penyelesaiannya oleh pihak SMK Negeri 1 Bukittinggi. Namun hingga hari ini belum semua alumni yang menjemput ijazahnya walaupun sudah sering diberikan himbauan. Hal ini disampaikan oleh kepala SMK Negeri 1 Bukittinggi pada 9 Oktober 2026 kepada awak media.
Permasalahan ijazah ini sempat menjadi perbincangan publik pada akhir tahun 2025 karena beritanya viral dan mendapatkan berbagai komentar di media sosial. Menanggapi hasil temuan Ombudsman Sumbar, kepala SMK N 1 Bukittinggi langsung berkoordinasi dengan seluruh warga sekolah agar permasalahan dapat segera diselesaikan.
“Kami langsung mengadakan koordinasi dengan semua majelis guru dan tata usaha supaya masalah ini cepat selesai. Termasuk juga kami berkoordinasi dengan semua alumni agar himbauan kepada semua alumni untuk mengambil ijazahnya ke sekolah semakin cepat sampai” terang Gustian.

“Kebetulan beberapa orang alumni kami ada yang berprofesi sebagai jurnalis. Kami meminta bantuan kepada para alumni jurnalis agar informasi tersebut ditayangkan di media. Beberapa media online dan influencer seperti Portal BDI, Banua Minang, GMU News, Bukittinggi dot Info, dan lain sebagainya juga telah kami kontak untuk penyampaian himbauan tersebut. Termasuk juga di media sosial punya sekolah. Selain itu di grup-grup alumni juga kami sebarkan” lanjut Gustian.
Lebih lanjut Gustian menyampaikan bahwa kerjasama penyampaian informasi agar alumni mengambil ijazah telah kami lakukan sejak 22 November 2025 (tepat 2 hari setelah berita temuan Ombudsman).

“Kami punya tangkapan layar bukti bahwa kami telah berusaha menghimbau semua alumni agar mengambil ijazah. Bahkan tidak hanya di November 2025, kami kembali mengulangi penyebaran himbauan pada 30 April 2026. Namun hingga hari ini masih ada alumni yang belum mengambil ijazahnya” imbuhnya.
“Menanggapi berbagai isu yang beredar, perlu kami tegaskan bahwa untuk pengambilan ijazah tidak dipungut biaya atau gratis. Jika ada oknum baik itu guru, tata usaha ataupun yang lain meminta bayaran, silahkan laporkan langsung kepada saya (kepala sekolah) dikantor. Kami akan tindak oknum-oknum yang berbuat tidak sesuai aturan” tegas Gustian Budiarto.
“Kami berharap, kepada semua alumni dimanapun berada, bagi yang belum mengambil ijazahnya, segera jemput ke sekolah. Tidak ada biaya untuk pengambilan ijazah. Ijazah itu hak semua alumni yang telah menamatkan pendidikan” tutup Gustian Budiarto. (Angah)




