Daerah

Firdaus, Direktur Bumnag : Sampah yang Menyeramkan Harus Jadi Prioritas Pelestarian Lingkungan, Bicara Santai di Kedai Bakso

Tilatang Kamang, BDI – Di tengah keramaian kedai bakso yang sederhana di bilangan Koto Tangah Tilatang Kamang, Firdaus, Direktur BUMNAG Koto Tangah dengan tegas namun hangat.

 “Apakah kita akan terus membiarkan sampah menjadi momok yang mengganggu nyawa nagari kita? Apakah kita akan diam melihat lingkungan yang kita cintai hancur karena kealpaan kita sendiri?” tanyanya,

Sambil menyantap semangkuk pangsit dengan bakso telur yang masih hangat. Pertanyaan itu tidak hanya terucap di udara kedai, melainkan juga seolah-olah mencaci maki kesadaran setiap orang yang mendengar.

Tanpa disadari, sampah telah menjadi masalah krusial yang merayap seperti ular ke dalam setiap sudut nagari.

Dari sungai Batang Agam dan Tambuo yang dulunya jernih hingga lahan yang pernah subur, semua kini tercela oleh tumpukan limbah yang tidak terkelola.

“Begitu cepatnya kita melupakan bahwa bumi ini bukan hanya milik kita, tetapi juga milik anak cucu kita yang akan datang. Bagaimana kita akan menjelaskan kepada mereka, bahwa kita terlalu malas untuk mengurus sampah yang menjadi racun bagi kehidupannya?” ujar Firdaus dengan nada yang penuh kepedulian.

Namun, di tengah kegelapan masalah itu, Firdaus membawa cahaya harapan. Ia menegaskan, komitmennya untuk membangun pengelolaan sampah yang baik telah menjadi program prioritas dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Kita tidak boleh hanya mengeluh dan melihat. Kita harus bertindak, sekarang juga! BUMNAG Koto Tangah akan menjadi ujung tombak perubahan, bekerja sama dengan masyarakat untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang berharga,” katanya.

Baca Juga  PT Cahaya Indo Media Berduka, Pimred Suara Sumbar Pos Berpulang

Firdaus menyatakan pengelolaan sampah yang baik bukanlah hal yang mudah, itu adalah tantangan yang besar yang membutuhkan kerja sama semua pihak.

 “Apakah masyarakat bersedia untuk berubah pola hidupnya? Apakah para pemimpin nagari bersedia untuk memberikan dukungan penuh? Dan apakah kita semua bersedia untuk berbagi tanggung jawab dalam melindungi bumi yang telah memberi kita banyak?” tanyanya kembali.

“karena tidak ada pilihan lain selain berjuang untuk lingkungan yang lebih baik” tandasnya.

Ia menambahkan rencana yang akan dijalankan BUMNAG Koto Tangah tidak hanya sebatas pengelolaan sampah termasuk membuang sampah dengan benar, tetapi juga mengembangkannya menjadi produk yang bernilai ekonomi.

menurutnya, sampah bisa dijadikan kompos hingga barang kerajinan dari sampah plastik, semua itu akan menjadi bagian dari upaya yang komprehensif.

 “Sampah bukanlah akhir dari jalan usaha Bumnag melainkan awal dari kesempatan baru. Kita bisa mengubah masalah menjadi solusi, mengubah kerusakan menjadi kebahagiaan,” jelas Firdaus, yang melihat potensi besar dalam setiap butir sampah.

Terakhir Firdaus menyeru kepada semua orang untuk bergabung dalam gerakan ini.

“Mari kita jadikan Koto Tangah Tilatang Kamang sebagai contoh bagi daerah lain, bahwa dengan komitmen dan kerja sama, kita bisa mengatasi masalah sampah yang menyebalkan itu. Apakah kita bersedia untuk menjadi pahlawan lingkungan sendiri? Apakah kita bersedia untuk meninggalkan warisan yang baik bagi generasi mendatang?” tanyanya yang terakhir

Baca Juga  Ali Mutasar dan Febrial: Mantapkan Kurikulum Berbasis Cinta, Tekankan Pembelajaran Mendalam dan Perubahan Pola Pikir Guru

Bagi Firdaus, seolah-olah memanggil setiap orang untuk mengambil langkah pertama dalam perjalanan yang panjang namun penuh harapan.

Di tengah suasana kedai bakso yang masih ramai, terdengar janji-janji untuk ikut berpartisipasi, membuktikan bahwa semangat perubahan telah mulai menyala.

(Yaman)